Pekanbaru | SUMUT1.com — Jagat maya tengah dihebohkan dengan beredarnya sebuah video viral yang memperlihatkan keributan di sebuah warung kopi di Jalan Arifin Ahmad, Kota Pekanbaru, pada Kamis (30/4/2026). Dalam video tersebut, seorang pria yang diduga berinisial IP, dikenal sebagai Iwan Pansa alias Iwan Pulungan, tampak melontarkan kata-kata keras, ancaman, hingga sikap yang dinilai merendahkan dua tokoh masyarakat Riau.

Dua tokoh yang disebut menjadi sasaran dalam insiden tersebut adalah Haji Suparman, S.Sos., M.Si., dan Haji Taufik Tambusai, S.E. Keduanya dikenal luas sebagai figur masyarakat yang memiliki pengaruh dan dihormati di lingkungan sosial maupun kemasyarakatan di Provinsi Riau.

Peristiwa ini sontak memantik perhatian publik setelah rekaman video kejadian menyebar luas di berbagai platform media sosial. Dalam tayangan yang beredar, suasana di lokasi tampak tegang ketika pria tersebut datang bersama sejumlah orang dan diduga melakukan tindakan intimidatif di hadapan para pengunjung.

Berdasarkan informasi yang beredar, pria tersebut diketahui merupakan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru. Kehadirannya bersama rombongan yang diperkirakan berjumlah puluhan orang memicu keresahan, terlebih karena aksi tersebut disebut berlangsung secara terbuka di ruang publik.

Ketua KNPI Riau, Larshen Yunus, secara terbuka mengecam keras dugaan tindakan premanisme tersebut. Ia menilai aksi yang dilakukan tidak hanya mencoreng ketertiban umum, tetapi juga merendahkan kehormatan tokoh-tokoh Melayu Riau.

“Perbuatan seperti ini tidak bisa ditoleransi. Datang dengan rombongan besar, melakukan intimidasi, memaki-maki, bahkan merekam video untuk membangun narasi tertentu, adalah tindakan yang tidak mencerminkan etika maupun jiwa kepemimpinan,” tegas Larshen Yunus.

Ia juga menyoroti bahwa tindakan arogan yang dilakukan di hadapan masyarakat luas berpotensi memicu keresahan sosial. Menurutnya, siapapun yang terlibat harus bertanggung jawab di hadapan hukum tanpa memandang status organisasi maupun jabatan.

Lebih lanjut, Larshen mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polda Riau, agar segera mengambil langkah konkret untuk mengusut tuntas insiden tersebut. Ia menilai penanganan cepat sangat penting demi menjaga stabilitas dan marwah masyarakat Riau.

Viralnya video tersebut kini terus menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa insiden ini bukan sekadar persoalan pribadi, melainkan menyangkut citra kepemimpinan, etika sosial, dan penghormatan terhadap tokoh masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian terkait perkembangan penanganan kasus tersebut. Publik kini menanti langkah tegas dari pihak berwenang agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.