sumut1.com | Medan – Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Berantas Korupsi (GERBRAK) bersama elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumatera Utara, Kamis (7/5/2026).

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan berbagai aspirasi terkait dugaan tindak pidana korupsi, pelayanan publik, hingga persoalan pembangunan di beberapa daerah di Sumatera Utara.

Aksi dipimpin Koordinator Nasional GERBRAK, Saharuddin. Massa meminta aparat penegak hukum dan lembaga terkait meningkatkan transparansi serta menindaklanjuti berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik.

Salah satu isu yang disoroti yakni polemik pembelian lahan eks Medan Club di Jalan Kartini, Medan, yang sebelumnya dibeli Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk pengembangan kawasan perkantoran gubernur menggunakan APBD Tahun 2022–2023.

Massa aksi meminta adanya keterbukaan informasi dan penjelasan menyeluruh terhadap proses pengadaan lahan tersebut, mengingat masih adanya perbedaan pendapat dan gugatan dari sejumlah pihak.

Selain itu, massa juga menyampaikan beberapa tuntutan lain, di antaranya:

  • Meminta pengusutan dugaan korupsi pengadaan smart board di Kabupaten Langkat.

  • Meminta klarifikasi terkait polemik administrasi dan legalitas dokumen sejumlah kepala daerah.

  • Mendesak evaluasi terhadap kebijakan pembangunan di wilayah Medan Utara.

  • Mendorong DPRD Medan menggunakan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.

  • Meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus dugaan korupsi di lingkungan PTPN I Regional I.

Dalam orasinya, Saharuddin menyebut aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat agar proses penegakan hukum berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami berharap seluruh laporan dan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat ditindaklanjuti secara terbuka dan objektif,” ujarnya dalam orasi.

Perwakilan massa kemudian diterima pihak Humas DPRD Sumut dan DPRD Medan. Aspirasi yang disampaikan disebut akan diteruskan kepada pimpinan lembaga terkait untuk menjadi bahan masukan dan pembahasan lebih lanjut.

Massa aksi juga menyampaikan rencana melanjutkan penyampaian aspirasi ke sejumlah instansi pemerintah dan aparat penegak hukum di daerah lain dalam waktu dekat.

Aksi berlangsung dalam pengamanan aparat kepolisian dan berakhir dengan tertib.

(HN)