TAPSEL | SUMUT1DOTCOM — Rekaman percakapan suara yang diduga melibatkan oknum pejabat Satreskrim Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) dengan pihak yang disebut sebagai terduga perambah hutan beredar luas di media sosial.

Rekaman tersebut menjadi sorotan lantaran terdengar pembahasan mengenai uang puluhan juta rupiah serta jaminan keamanan terhadap aktivitas pembukaan lahan yang diduga berada di kawasan hutan.

Jika rekaman tersebut autentik dan konteks percakapannya sesuai dengan informasi yang beredar, muncul dugaan adanya transaksi “upeti” untuk mengamankan aktivitas perambahan hutan.

Persoalan ini menjadi serius karena menyangkut dugaan penyalahgunaan kewenangan aparat penegak hukum. Publik kini mempertanyakan siapa penerima uang, untuk kepentingan apa, dan apakah uang tersebut berkaitan dengan pemberian jaminan keamanan di lokasi.

Sebelumnya, Unit Tipidter Polres Tapsel disebut telah mengamankan satu unit alat berat yang digunakan untuk membuka lahan yang diduga kawasan hutan untuk perkebunan kelapa sawit.

Kini masyarakat menunggu langkah Polda Sumatera Utara untuk mengusut keaslian rekaman, menelusuri dugaan aliran dana, serta memeriksa pihak-pihak yang disebut dalam percakapan tersebut.

Jika terbukti, kasus ini bukan sekadar persoalan perambahan hutan, tetapi juga dapat membuka dugaan praktik “pengamanan” aktivitas ilegal dengan imbalan uang.

Berikut bukti rekaman bocor oknum mafia hutan dan oknum polres tapsel : https://www.tiktok.com/@sumut1dotcom/video/7681599284784958741?_r=1&_t=ZS-99Rp3D9Zf5Y